Peranan Guru dalam Pendidikan

sumber: surabaya.olx.co.id

sumber: surabaya.olx.co.id

Guru adalah orang yang mengajar di sekolah. Istilah ini, mungkin telah mengalami penciutan makna. Jika ada seseorang yang berada dalam suatu lembaga pelatihan atau kursus, bertindak seperti layaknya guru, ia tidak disebut guru, tetapi tutor atau pelatih. Padahal, tutor dan pelatih juga bertindak seperti guru. Mereka mengajarkan hal-hal baru pada peserta didik.

Namun, perlu disadari. Walaupun [mungkin] telah mengalami penciutan makna, tidak dapat kita pungkiri, bahwa sebenarnya peran guru dari zaman tempo doel-doel [dulu] sampai saat ini tetap saja sangat diperlukan. Gurulah yang dengan dedikasinya, membantu orang lain [siswanya] untuk menemukan siapakah dirinya, kemana selanjutnya ia akan pergi dan apa yang mesti dilakukan selama hidup di dunia ini. Manusia dengan segala kelebihan yang dimilikinya, adalah makhluk yang lemah, yang dalam rentetan perkembangannya memerlukan bantuan orang lain, sejak lahir ke dunia sampai masuk kedalam pusara. Para orang tua memasukkan anak-anak mereka ke sekolah, dengan setitik harapan, kiranya guru dapat mendidiknya menjadi manusia yang dapat berkembang dengan baik.

Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki siswa tidak dapat berkembang secara optimal tanpa bantuan dan peran guru di dalamnya. Berkaitan dengan hal ini, maka guru merasa perlu memperhatikan siswanya secara individu, karena tentu saja terdapat perbedaan antara satu siswa dengan siswa lain.

Masih lekat dalam ingatan kita. Ketika masih di bangku kelas I tingkat Sekolah Dasar (SD), Bapak/Ibu guru-lah yang membantu kita memegang pinsil untuk menulis, dan tanpa ragu ia menyentuh satu demi satu tangan anak-anak didiknya dan mengarahkan mereka untuk menulis dengan benar, membentuk huruf, menulis angka dengan perlahan, penuh perhatian dan keyakinan agar anak didiknya tersebut bertindak dengan benar, menanamkan karakter dalam diri anak-anak didiknya untuk tekun, disiplin, bertanggung jawab atas setiap perilaku dan tindakannya.

Sang Guru tanpa malu-malu dan ragu, juga bertindak bagai pembantu ketika ada anak didiknya yang pipis [BAK-Buang Air Kecil], buang air besar [BAB] di celana atau muntah di kelas. Guru-lah yang menggendong peserta didik ketika jatuh atau berkelahi dengan temannya, menjadi perawat, teman dan lain-lain yang sangat menuntut pribadi yang sabar, disiplin, berfikiran maju, penuh kreatifitas dan tentu saja profesional di bidang pendidikan.

 

 

Berikan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s